Tips Memulai usaha Jamur Shintake

Usaha Jamur Shintake Di Rumah

Konsumen
Jamur shiitake dimanfaatkan para konsumen sebagai sumber pangan dan bahan obat. Jamur ini mengandung asam a mino yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, meliputi thiamin, riboflavin, niacin, serta beberapa jenis serat dan enzim lainnya. Tidaklahheran bila jamur shiitake segar ataupun kering sering diolah masyarakat menjadi aneka hidangan kuliner lezat dan juga sehat. Seperti di Negara Jepang jamur ini biasa diolah menjadi sup miso, digoreng sebagai tempura, campuran chawanmushi, udon, dijadikan sebagai keripik jamur dan berbagai jenis olahan jamur shiitake lainnya. Sedangkan di Negara Rusia, jamur shiitake biasanya dijadikan sebagai acar dan dijual dalam kemasan botol.


Info Bisnis

Pada dasarnya jamur shiitake termasuk jenis jamur yang mudah dibudidayakan. Biasanya jamur ini hidup di batang kayu yang sudah lapuk, dan bisa dipanen setelah 6-12 bulan. Namun dengan seiring perkembangan teknologi budidaya jamur, kini jamur shiitake bisa dikembangkan menggunakan media buatan dengan masa panen yang lebih singkat yaitu kurang lebih 3 bulan. Bagi Anda yang tertarik menekuni peluang bisnis budidaya jamur shiitake, berikut ini kami informasikan beberapa persiapan yang perlu Anda perhatikan dalam membudidayakan jamur shiitake. Kebutuhan pertama yang perlu Anda siapkan adalah bibit jamur shiitake yang berkualitas. Apabila Anda tidak melakukan pembibitan dari awal, usahakan belilah bibit jamur pada instansi pemerintah atau perusahaan jamur yang terpercaya.

Apabila bibit jamur shiitake telah siap, selanjutnya Anda bisa menyiapkan media tanam yang akan digunakan. Dalam hal ini j amur shiitake membutuhkan serbuk gergaji kayu (80-90% ),
bekatul (5-15%), kapur (1%), air secukupnya (hingga kandungan air 65%), dan tambahan biji-bijian berupa sukrosa, mikroelemen, dan vitamin dengan persentase sekitar 1-2%
Tahapan yang ketiga yaitu proses fermentasi media dengan melakukan pengomposan atau pelapukan.
Fermentasi media dilakukan selama 4-6 hari, dan dilakukan pembalikan setiap harinya hingga media berubah warna menjadi cokelat sampai kehitaman. Proses ini dilakukan untuk mematikan jamur liar dan mempercepat pertumbuhan jamur. Media yang sudah difermentasikan kemudian dimasukan ke dalam kantong baglog dan disterilisasikan dalam wadah pengukus untuk menghindari kontaminasi pada media tanam. Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan panas uap air dengan suhu 95°-110°C selama 8-10 jam. Bila suhu pengukusan mencapai 100°C, suhu dipertahankan selama 5 jam agar proses sterilisasi bisa sempurna. 


Setelah baglog disterilkan, diamkan selama 24 jam agar suhu baglog kembali normal. Kemudian Anda bisa melakukan proses inokulasi atau penanaman pada ruangan steril dengan cara menyemprotkan botol bibit F3 dengan alkohol, dan memanaskan kapas penutup botol pada api spritus hingga sebagian kapas terbakar. Lepaskan kapas penyumbat botol bibit F3, lalu aduk-aduk menggunakan kawat yang telah disterilkan dan penanaman bibit dilakukan di leher baglog hingga terisi penuh. Terakhir tutup kembali baglog tersebut dengan kapas.


Tahapan berikutnya adalah proses inkubasi, dimana proses ini dilakukan agar bibit yang telah ditanam segera ditumbuhi miselium. Inkubasi dilakukan pada suhu ruangan 24°-28°C, kelembapan sekitar 95-100%, dan kapasitas cahaya sebesar 20-100 lux. Proses ini memakan waktu 30-50 hari hingga miselium tumbuh hingga setengah permukaan baglog. Bila miselium mulai tumbuh memenuhi permukaan baglog , maka baglog jamur siap untuk dibudidayakan di ruang kumbung jamur. Lubangi aglog dengan menggunakan silet yang telah disterilkan, dan pastikan suhu ruangan kumbung sekitar 16°-18°C, tingkat kelembapan sekitar 60%-80%
dan kapasitas cahaya sekitar 500-2.000 lux. Selama proses budidaya berlangsung, lakukan penyiraman rutin menggunakan sprayer. Sebab rangsangan berupa suhu yang dingin dan air yang berlimpah akan mempercepat pertumbuhan tubuh buah jamur shiitake

Keuntungan Bisnis
Jika dibandingkan dengan harga jamur konsumsi lainnya, jenis jamur shiitake memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi. Bahkan saat ini harga jamur shiitake segar di pasaran bisa mencapai Rp 30.000,00-Rp70.000,00 per kilogramnya, dan untuk jamur shiitake kering bisa dijual dengan harga diatas Rp 100.000,00/kg. Sehingga tidak heran bila keuntungan yang didapatkan para pelaku usaha budidaya jamur shiitake bisa lebih besar daripada petani jamur lainnya. Disamping harga jualnya masih cukup tinggi, besarnya permintaan jamur shiitake setiap harinya juga menunjukan peningkatan yang sangat positif. Padahal jumlah petani jamur shiitake belumlah sebanyak petani jamur tiram ataupun jamur konsumsi lainnya. Kondisi ini tentu bisa Anda manfaatkan sebagai sebuah peluang untuk meraih untung besar dari bisnis budidaya jamur.


Kekurangan Bisnis
Dalam menjalankan bisnis budidaya jamur, tentunya dibutuhkan modal wawasan dan ketrampilan, yang didukung dengan ketekunan serta ketelitian dari para pelakunya. Karena itu penting bagi Anda untuk mempelajari segala hal tentang teknik budidaya jamur shiitake melalui buku-buku, majalah, video tutorial, maupun mengikuti pelatihan budidaya jamur langsung dari para ahlinya. Sehingga bisnis yang Anda jalankan bisa berjalan lancar dan omset yang Anda dapatkan bisa semakin besar.


Strategi Pemasaran
Untuk memasarkan produk jamur shiitake, Anda bisa menawarkannya langsung dalam keadaan segar maupun mengeringkannya terlebih dahulu di bawah panasnya sinar matahari. Sedangkan strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan yaitu dengan memasarkan produk jamur shiitake ke pasar tradisional, menitipkannya ke supermarket, ataupun menjalin kerjasama dengan para pelaku bisnis kuliner yang membutuhkan jamur shiitake sebagai bahan utama masakan mereka.


Bagi Anda yang memasarkan jamur shiitake ke pasar tradisional, yang terpenting adalah sesuaikan harga jual produk Anda dengan target pasar yang biasanya berasal dari kalangan masyarakat menengah ke bawah. Lalu untuk menjangkau kalangan masyarakat menengah ke atas, Anda dapat menawarkan jamur shiitake ke supermarket-supermarket besar dengan mengemasnya menggunakan styrofoam dan ditutup dengan plastik selofan. Kemasan menarik menjadi salah satu poin penting dalam melakukan pemasaran produk jamur. Dan strategi yang ketiga adalah dengan menawarkan jamur shiitake kering kepada para pelaku bisnis kuliner. Biasanya restoran-restoran yang menyajikan menu asia, seperti chinese food, japanese food, atau korean food cenderung menggunakan jamur shiitake dalam setiap menu makanannya. Tentu ini menjadi sebuah peluang bagi Anda, karena saat ini aneka menu makanan asia mulai digemari para pecinta kuliner.


Kunci Sukses
Karena jumlah pelaku bisnis budidaya jamur shiitake masih terbatas, maka usahakan untuk melakukan penjadwalan dalam membudidayakannya. Strategi penjadwalan penting untuk dilakukan agar permintaan produk jamur shiitake bisa terus Anda penuhi setiap harinya. Bila persediaan produk tercukupi, maka perputaran produk pun bisa berjalan lancar dan pastinya omset yang Anda dapatkan akan semakin besar[bisnisukm.com;Tips Memulai usaha Jamur Shintake]



Read More Article