Menciptakan Profesionalitas

Sudah bukan rahasia lagi jika perusahaan keluarga mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk bertahan.

Ambil saja contoh Panda Express, sebuah restoran cepat saji yang didirikan oleh Andrew Cherng, Peggy Cherng, dan Min Tsai Cherng, atau Hotel Hilton yang dikuasai oleh keluarga Hilton. Namun membangun bisnis yang berlandaskan keluarga juga mempunyai sisi yang patut diwaspadai. Jika tidak dijalankan dengan benar, keluarga Anda akan menjadi taruhannya.

Ada tiga hal yang patut Anda perhatikan sebelum mengajak keluarga Anda untuk memulai sebuah bisnis.

Pertama, hal yang harus diperhatikan adalah Good Corporate Governance atau GCG. GCG dapat diartikan sebagai peningkatan kerja melalui pengawasan, pemantauan, dan pertanggungjawaban manajemen. Melalui GCG diharapkan dapat memotivasi orang-orang yang terlibat dalam perusahaan untuk lebih mementingkan hal penting dibanding masalah kecil.

Kedua, Anda juga harus memperhatikan paradigma, strategi, struktur, dan sistem organisasi yang sesuai. Perusahaan keluarga tidak jauh berbeda dengan macam perusahaan lainnya. Jika menginginkan perusahaan Anda maju, maka harus didukung oleh elemen-elemen manajemen modern.

Salah satu penyakit dari perusahaan keluarga adalah kurangnya semangat profesionalisme. Maka dengan elemen manajemen modern, ketidakprofesionalisme ini diharapkan tidak tumbuh.

Ketiga, atau hal terakhir yang harus Anda perhatikan adalah siklus hidup perusahaan. Perhatikan tingkat pertumbuhan perusahaan Anda. Apakah mengalami kemajuan atau malah kemunduran. Dengan memperhatikan hal ini, kelemahan dan kelebihan perusahaan dapat dideteksi.

Hal ini juga membantu untuk menentukan langkah apa yang harus diambil untuk menjamin keberlangsungan perusahaan. Ketiga hal yang telah disebutkan itu, dapat menciptakan perusahaan keluarga yang akan bertahan lama dari generasi ke generasi. 


*Patricia Susanto, CEO Jakarta Consulting Group.





sumber : http://adf.ly/PxTu2