Alasan Konsumen Membatalkan Orderan

  Penyebab Transaksi Gagal

http://goldenchase.net/?i=293121


Sampai hari ini masih banyak pelaku bisnis yang belum mengetahui bagaimana ciri-ciri transaksi yang kita lakukan dikatakan gagal.


lDalam dunia bisnis, hampir semua pelaku bisnis tentu selalu berpikir agar transaksi jual beli yang mereka lakukan bisa terus berhasil. Sebab, keberhasilan transaksi tersebut menjadi salah satu faktor penentu bahwa bisnis kita bisa diterima konsumen atau tidak.


Akan tetapi, tidak semua pelaku bisnis mengetahui bagaimana ciri-ciri transaksi yang belum berhasil alias gagal. Karenanya kenali ciri-ciri transaksi gagal.

1. Konsumen mulai jenuh dengan servis kita
Ketika menjalankan sebuah usaha, diperlukan ketegasan dan keahlian khusus agar bisa memberikan sevice terbaik kepada calon konsumen. Akan tetapi, perlu diketahui pula bahwa konsumen juga bisa jenuh dengan service kita. Service terbaik itu bisa ditentukan dari 3 menit pertama kita melayani konsumen kita. Yang membuat konsumen tersebut jenuh adalah karena kurang ramahnya kita dalam menyapa konsumen, kita terlalu fokus dengan aktifitas yang membuat konsumen menjadi kurang paham.

2. Konsumen Mulai hilang kabar
Fast respon memang sudah menjadi PR yang sangat penting untuk semua pemilik bisnis. Bahkan, ketika kita sudah memberikan respon yang cepat pun masih ada beberapa yang menganggapnya terasa lama dimata konsumen. Untuk itu, jika konsumen sudah memberi respon negatif alias sudah mulai hilang kabar dan tidak interest dengan penjelasan kita, sudah bisa dipastikan konsumen tersebut akan hilang. Meski begitu, sebagai pelaku bisnis usahakan untuk tetap tenang dan jangan sampai berpikir negatif. Teruslah melakukan follow up yang terbaik dan evaluasi kekeliruan yang pernah Anda lakukan dalam memberikan pelayanan.

3. Sekali lagi, hati-hati dengan konsumen gadungan.
Di dunia yang penuh dengan kecanggihan ini, saya sangat merasakan begitu banyaknya pelaku pembajakan suatu karya entah itu bagaimanapun bentuknya. Banyak rekan saya yang cukup kewalahan untuk menghadapi pembajakan karya. Saya ambil contoh tentang bisnis dibidang desain. Awalnya memang konsumen tersebut terlihat meyakinkan dalam menjelaskan apa yang diinginkan, kemudian beberapa hari kemudian, hilang semua kabar ketika semua apa yang diinginkannya sudah terpenuhi. Setelah dilacak semua profil konsumen, ternyata karya kita diambil untuk di produksi ditempat lain, memang ini sangat berbahaya karena meruntuhkan kualitas dari Bisnis

4. Tidak ada kepercayaan
Kepercayaan (trust) menurut saya bisa berubah-ubah entah itu bertambah atau berkurang. Ketika kepercayaan berkurang, memang menjadi tugas bagi para pelaku bisnis untuk meningkatkan kepercayaan tersebut. Hal ini penting karena setiap transaksi bisnis apabila didalamnya sudah tercium bau ketidakpercayaan, maka ada kemungkinan transaksi tersebut akan gagal. Tapi tak perlu khawatir, kepercayaan konsumen bisa dikembalikan dengan jaminan kualitas pelayanan yang kita berikan.

5. Pelajari gelagat konsumen atau profil konsumen
Konsumen juga pasti punya reputasi, reputasi layaknya suatu perusahaan. Saya pernah ngobrol dengan teman saya yang curhat tentang konsumen-konsumen mana saja yang sering melakukan hal yang kurang sesuai dalam transaksi, seperti menjatuhkan pasar atau bahkan merusak pasar dengan berpura-pura melakukan transaksi belanja berkali-kali ternyata hanya untuk melakukan test harga. Tak masalah apabila ini terjadi, kita tidak perlu panik sebagai pelaku bisnis. Be Natural, jelaskan apa yang kita miliki dan kualitas apa saja yang kita miliki. Pelajari gelagat konsumen, jika konsumen sudah menunjukan gelagat yang kurang beretika. maka tak ada salahnya bila transaksi tersebut bisa kita hentikan secara profesional.
sumber: bisnisukm.com

 Read More Article