Menentukan Nama dan Logo Produk

Strategi Branding Menentukan Nama dan Logo Produk

Pemilihan nama brand atau perusahaan memang sudah wajib dipikirkan dengan sebaik-baiknya. Simak strategi branding untuk menentukan nama dan logo bisnis Anda.
   
strategi brandingDalam kurun waktu yang cukup lama ini. Saya selalu melakukan beberapa analisa kecil, yang sadar atau tidak, analisa tersebut saya bandingkan dengan teori yang pernah saya dapatkan.

Pernah tidak perhatikan nama-nama Brand besar seperti Apple, Nike, Nikon, Facebook, Twitter, Yahoo, Google dan masih banyak lagi brand-brand besar lainnya yang merajai bisnis online maupun offline. Pemilihan nama suatu brand atau Perusahaan memang sudah wajib dipikirkan dengan sebaik-baiknya. Begitu juga dengan nama dari Bisnis yang saya Jalankan yaitu Mbojo Souvenir ini sendiri.

Dan kali ini, saya akan berbagi hasil analisa saya tentang strategi branding dalam menentukan nama brand dan logo produk.

1. Brand produk harus friendly (mudah diingat)
Sebagian besar dari brand yang belakangan ini bermunculan di pasaran bisa dikatakan terlalu latah mengikuti brand-brand besar yang sudah ada sebelumnya. Padahal, sebagai pelaku usaha Anda bisa menciptakan brand produk baru asalkan penamaan suatu brand harus bersifat friendly, dalam artian disini mudah diingat. Atau dalam hal ini, Anda bisa menggunakan nama brand produk dari apa yang sering diucap oleh khayalak. Dengan begitu brand produk Anda mudah diingat dan secara tidak langsung mampu mendongkrak nama dari brand tersebut

2. Brand produk mudah untuk diucapkan
Tak jarang, banyak sekali brand produk yang menggunakan nama-nama unik namun susah untuk diucapkan. Hal ini tentu menyebabkan brand tersebut kurang mudah diingat oleh konsumen-konsumen dan akan kalah dengan brand lain yang penyebutannya lebih “enak”.

Mungkin memang terlihat sepele. Tapi ini penting, karena brand adalah faktor utama yang menggambarkan image sebuah perusahaan. Seperti contoh nama Brand yang saya sebutkan diawal tadi, penyebutan seperti Nikon, Canon, Apple, Facebook, Twitter itu adalah dari sebagian banyak brand yang sangat booming karena enak disebut.

3. Terdiri dari maksimal 3 penggalan kata
Penyebutan nama suatu brand bisa berupa penggalan kata atau kata yang memiliki penyebutan 2 kali sampai 3 kali penggalan. Seperti contohnya “Canon” (Can dan Non), “Nikon” (Ni dan Kon), “Facebook” (Face dan Book). Coba telaah, disitu ada penggalan kata yang tanpa kita sadari akan membantu brand tersebut semakin mudah diingat.

4. Menggunakan Kata yang “Nyeleneh”
Lho, kok nyeleneh!? Hehehe tenang dulu. Penggunaan nama yang “Nyeleneh” akan membuat audience/ konsumen penasaran dengan nama yang dibuat tersebut. Seperti contohnya nama Brand yang saya gunakan yaitu menggunakan kata “Mbojo”, dalam bahasa Jawa berarti “Pacaran”, nah karena itulah nama Brand MBOJO SOUVENIR itu sendiri mudah diingat oleh audience/ konsumennya.

5. Nama sesuaikan dengan logo yang ingin digunakan
Pemilihan logo dalam membuat suatu brand itu akan sangat berpengaruh sekali, karena logo akan menjadi headline utama untuk orang mengenal usaha kita/ bisnis kita. Pemilihan warna dan ornamen dalam pembuatan desain logo perusahaan sangat berpengaruh sekali, dan jangan logo icon yang ingin digunakan pada logo tersebut. Saran saya, tetap perhatikan kekuatan dari logo dari nama brand yang dibuat tersebut. Tetap sisipkan filosofi atau cerita mengapa logo tersebut dibuat. Semoga informasi strategi branding yang kami sampaikan pada pekan ini bisa bermanfaat dan salam sukses!
sumber: bisnisUKM.com


Read more Article