Bagaimana menjadikan Kerja sebagai Ibadah

Rahasia Sukses Berdagang Ala Rasulullah Saw

Rasulullah Saw merupakan tuntunan kita untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, termasuk bagaimana cara mencapai kesuksesan didunia, puncak kesuksesan Rasulullah Saw dalam berdagang pada usia 25 tahun untuk ukuran anak muda saat ini, salah satu hal kesuksesan Rasulullah Saw dalam berdagang adalah menjadikan kerja/ berdagang sebagai ibadah.
saat ini orang memisahkan kehidupan dunia dan akhirat, orang yang fokus dunia akan terus mengejar materi dunia hingga terlupa akan kehidupan akhirat, begitu pun yang akhirat terus-terusan mengejar akhirat dan melalaikan dunia padahal allah menyeru untuk kesuksesan dunia dan akhirat.
Rasulullah Saw telah menjadi teladan bersama, beliau menjadikan pekerjaan sebagai bentuk ibadah, lalu seperti apa bentuknya tersebut. Rasulullah Saw bekerja tidak hanya mengedepankan upah dan keuntungan finansial tapi juga mengedepankan ibadah dalam arti Rasulullah Saw tidak keluar dari perilaku tidak sopan dan dilarang, seperti membohongi orang lain, melakukan kecurangan atau bahkan meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, seperti solat, puasa dan kewajiban lainnya. menjadikan kerja dalam konteks ibadah justru akan membantu kita lebih disiplin waktu dan lebih rapi dalam manajemen.
islam memandang kerja sebagai wajib lebih utama dari pada meminta-minta. dalam al-Quran disebutkan:

apabila telah ditunaikan sholat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung (QS al-Jumuah{62}:10)

sedangkan dalam hadist disebutkan:

jika seseorang diantara kamu pergi pada tengah hari untuk mengambil kayu bakar, lalu memikulnya sehingga ia dapat bershadaqah darinya dan mencegah dari meminta-minta, maka yang demikian lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada orang lain, yang kadang diberi atau tidak. sebab, tangan yang diatas adalah lebih baik dari pada tangan yang di bawah. mulailah dari yang terdekat

Rasulullah Saw dalam proses berdagang mengedepankan nilai-nilai etis, kalau ada panggilan sholat saat proses berdagang berlangsung maka beliau lebih mengutamakan sholat, sehingga pada akhirnya beliau melarang proses transaksi saat adzan.
meskipun pada prinsipnya bekerja itu adalah ibadah, namun jika dalam prosesnya niatnya berdagang untuk berjudi dari hasil akhirnya maka tidak bernilai ibadah. poin utama untuk menjadikan kerja sebagai ibadah adalah niat dan tujuan dari bekerja.
bekerja tak hanya mengisi waktu kosong , bertahan hidup dan memenuhi tuntutan masyarakat. tetapi bekerja adalah aktivitas spiritual berupa penghambaan diri kepada Allah SWT, setiap pekerjaan yang dilakukan berdasarkan hanya kepada Allah SWT karena ini juga merupakan tuntutan yang Allah SWT berukan agar kita mendapatkan kesuksesan didunia.

Read More Article